Apa padanan untuk 'Shock' dan 'Surprise'?

Selasa, 26 Maret 2013 | komentar


Kejutan Pinangan

Pinangan Yusril untuk Puan Maharanai cukup terbuka. Ditemui di sela pengukuhan gelar doktor kehormatan untuk Taufiq Kiemas, Minggu (10/3/2013), Puan menyatakan terkejut ada wacana duet dari Yusril ini. "Saya apresiasi dan surprise juga Pak Yusril bicara seperti itu. Dalam artian memang dinamika ke depan ini akan lebih seru dari yang sekarang ini", ujar Puan seperti dikutip dalam situs kompas.com 16 Maret 2013.
Saya heran, kata ‘pinangan’ kerap tersua di dunia politik pada saat Pemilu Presiden, Gubernur, Bupati hingga Pemilihan Walikota dan Wakilnya terutama dalam bursa pencalonan dan pencarian pasangan. KBBI IV mencatat kata benda ‘pinangan’ berasal dari kata ‘pinang’ yang berarti permintaan hendak memperistri, lamaran (pekerjaan dsb.). Nah, Apakah Yusril hendak memperistri Puan Maharani? Ataukah Yusril melamar pekerjaan pada Puan maharani?      
Saya juga terkejut, kata ‘surprise’ pun sering dipakai ketika seseorang merasa terkejut atau terkaget yang tak disangka dan diduga. Padahal, ‘surprise’ terekam dalam Kamus Echols-Sadily berkelas kata benda memiliki arti keheranan dan sesuatu yang tak diberitahu kepada orang lain dan kata sifat ‘surprising’ yakni sesuatu yang mengherankan. Jadi, sungguh mengherankan, ‘surprise’ selalu digunakan sebagai kata sifat seperti dalam ‘saya apresiasi dan surprise juga…” yang seharusnya ditulis ‘surprised’.
Dalam KBBI IV, ‘terkejut’ merupakan lema kata sifat dengan arti terperanjat; kaget, seperti Pemimpin daerah itu terkejut mendapat laporan mengenai wabah kolera yang berjangkit di daerahnya itu; semetara ‘kejutan’ sebagai nomina ialah segala sesuatu yg menimbulkan kekagetan (keterkejutan); guncangan.

Setali tiga uang, masih dalam panggung politik, pewarta mereportasekan pencalonan pemimpin daerah dengan tulisan ‘bursa pemilihan gubernur’. Toh, tak sedikit pula frasa ‘bursa pilgub’ ada dalam mesin pencari mbah Google. Faktanya, kata ‘bursa’ sebagai nomina berarti  tempat memperjualbelikan saham, obligasi, serta arti kedua ialah pemilihan (pencalonan dsb) tidak resmi. Sehingga terjadi pleonasme pada frasa ‘bursa pemilihan presiden’ atau mengalami kemubaziran seperti halnya biaya pemilu presiden 2014 yang diperkirakan menelan biaya Rp16 trilun.
Saya terperanjat, ketika kata ‘shock’ dipakai menjadi kata sifat semisal ‘Ruhut shock ketika Anas dipanggil KPK…’ Dalam situs republika online 12 Maret 2013 juga terdapat judul berita Tentara AS Tembaki Warga Afghanistan, Obama Shock.  
Dijelaskan dalam Kamus Oxford Edisi 8 tahun 2010, lema ‘shock’ menempati kata benda yang memiliki arti a strong feeling of surprise as a result of something happening, especially something unpleasant atau suatu perasaan heran/kaget yang sangat luar biasa karena sesuatu telah terjadi terutama sesuatu yang kurang menyenangkan. Untuk kata sifatnya, dapat ditulis ‘shocked’ yang berarti terkejut atau merasa terkejut/ terpukul/ terkaget atau diserap menjadi syok yang bersinonim dengan terguncang atau terpukul.
          Semoga para politikus tidak salah pendekatan dalam bursa pencalonan Presiden dan Wakilnya dalam Pilpres 2014 sehingga tidak terjadi kejutan-kejuatan yang membuat masyarakat syok.


Share this article :

Poskan Komentar

 
© 2012 Bahasa, Budaya, Penerjemahan - Ridwan Arifin

Template : Mas Template
Edited :
Toko Online Perlengkapan Haji dan Umrah
BERANDA | KEMBALI KE ATAS