Definisi Penerjemahan

Kamis, 19 Juli 2012 | komentar


Ada beberapa definisi dari berbagai sumber mengenai penerjemahan. Penerjemahan berasal dari Bahasa Arab Tarjammah yang berarti mengalihbahasakan suatu bahasa ke bahasa lain. Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) edisi ketiga terjemah/ menerjemahakan merupakan menyalin /memindahakan suatu bahasa ke bahasa lain atau mengalihbahasakan.

Selain itu, penerjemahan menurut Hoed (23:2006) adalah kegiatan mengalihkan secara tertulis pesan dari teks suatu bahasa (misalnya bahasa Inggris) ke dalam tekas bahasa lain (misalnya bahasa Indonesia). Memang bukan suatu hal yang mudah untuk menerjemahkan suatu teks. Menyampaikan pesan merupakan kegiatan menerjemahkan yang paling utama wajib dilakuakan. 

Larson menuliskan bahwa pada dasarnya penerjemahan ialah suatu perubahan bentuk dari suatu bahasa. Perubahan ini dapat berupa frasa, klausa, kalimat, paragraf dsb. dalam kaitan lisan maupun tulisan. Ini dilihat dari struktur luarnya saja. Artinya, selain membawa pesan, kegiatan menerjemahkan juga merupakan kegiatan mengubah bentuk bahasa dengan tujuan hasil terjemahan dapat dipahamai sebagai teks yang dapat dinikmati pembaca dan bahkan teks dirasa tidak seperti teks hasil terjemahan.

Jadi, penerjemahan itu proses mengalihbahasa atau mengaliheja secara tulisan suatu bahasa ke bahasa lain tanpa mengubah pesan yang ingin disampaikan. Walaupun terjadi perubahan bentuk (frasa, klausa, kalimat dan paragraf). Seperti yang ditulis Nida dan Taber (12:1974) penerjemahan harus bertujuan untuk menyampaikan pesan. Tetapi penyampaian pesan ini akan mengalami penyesuaian bentuk leksikal dan gramatikal.

Dalam memahami arti penerjemahan, Catford menekankan bahwa penerjemahan harus beerbasis pada kespadanan. Penerjemahan menurut Catford (20:1965) merupakan pergantian materi tekstual dari suatu bahasa (BSu) secara sepadan ke dalam bahasa lain (BSa). Tidak hanya ini, perlu diingat bahwa terjemahan yang baik tidak dirasa seperti hasil terjemahan ketika dibaca.
Singkatnya, ada empat kunci yang diperlukan dalam menerjemahkan teks, yakni:
a. Adanya perubahan bentuk (frasa, klausa, kalimat, paragraf dsb.)
b. Penyampaian pesan (yang tidak diubah/ dipertahankan)
c. Kesepadanan (ekuivalensi)
d. Teks terjemahan yang tidak terasa hasil penerjemahan.

Memang bukan hal yang mudah dalam menerjemahkan suatu teks. Ketika menerjemahkan teks, penerjemah dihadapkan pada perbedaan bentuk frasa, klausa, kalimat teks sumber dan teks sasaran. Setiap bahasa memiliki aturan masing-masing yang dipengaruhi oleh  budaya masing-masing pula. Yang terpenting adalah ketika menerjemahkan suatu kalimat, penerjemah harus menyadari bahwa akan ada perubahan bentuk frasa, klausa dan kalimat. 

Sehingga, penyampaian pesan dari bahasa sumber ke bahasa sasaran tetap terjaga, dipertahankan dan tidak berubah walaupun bentuk frasa, klausa, kalimat bahkan struktur berubah. Perlu diingat bahwa sebelum menerjemahkan teks, penerjemah harus menemukan dan mengetahui apa pesan yang ingin disamapaikan penulis. Artinya, penerjemah harus membaca seluruh teks yang ingin diterjemahkan hingga menemukan pesan yang tersirat dalam teks sumber.

Share this article :

Poskan Komentar

 
© 2012 Bahasa, Budaya, Penerjemahan - Ridwan Arifin

Template : Mas Template
Edited :
Toko Online Perlengkapan Haji dan Umrah
BERANDA | KEMBALI KE ATAS