Misusing of Indonesian Allomorph of /Ny/

Rabu, 05 Desember 2012 | komentar (1)


Gejala Kata dengan Bunyi /Ny-/

Gejala berbahasa di media semakin ‘liar’. Artinya, Bahasa Indonesia digunakan tidak pada tempatnya walaupun tujuannya untuk menarik pemirsanya. Namun, kaidah-kaidah berbahasa yang benar tidak diterapkan. Untuk membuat suatu judul atau tulisan agar menarik perhatian, tidak perlu ‘merusak’ bahasanya. Ada beberapa trik untuk merumuskan bahasa dalam jurnalisme.

Buktinya, beberapa kali saya pernah abadikan gejala penggunaan alomorf Ny- lewat ponsel pribadi,.

1. “Artis Nyapres”

2. “Nazar Nyoblos di Rutan”


3. “Akhirnya Nyalon jadi Bupati”.

Jika ‘dipreteli’, kata ‘Nyapres’ berasal dari kata ‘Capres’ dan dipanjangkan menjadi ‘Calon Presiden’. Artinya, seseorang mulai mengajukan diri jadi Capres. Namun, apakah fungsi alomorf itu? Dalam KBBI IV 2008, alomorf ialah anggota morfem yang sama yang variasai bentuknya disebabkan pengaruh lingkungan yang dimasukinya. Kata kuncinya ialah variasi bentuk bunyi dari prefiks (awalan). Contohnya, prefiks me- memiliki beberapa alomorf seperti men-, meng-, meny dan menge-. Nah, apakah kata ‘Nyapres’ berasal dari ‘Menyapres’? atau bisakah berdiri sendiri ‘Nyapres’? bisakah berdiri sendiri seperti kata ‘Nyapu’, ‘Nyiram’, ‘Nyuci’? sungguh keliru.

‘Nyoblos’ berasal dari kata ‘Coblos’. ‘Nyoblos’ berarti seseorang melakukan coblosan berupa menusuk kertas dengan alat. Jika ditambah prefiks, akan menjadi ‘mencoblos’ bukan ‘nyoblos’.

Kata ‘Nyalon’ memiliki dua makna yakni mencalonkan diri atau kegiatan pergi ke salon. Parahnya, tidak bisa kata ‘calon’ menjadi ‘nyalon’ melainkan ‘mencalonkan’.

Apakah gejala bunyi –Ny ini menunjukkan kemalasan orang Indonesia khususnya media dalam berbahasa yang benar?

sumber: ponsel pribadi
Share this article :

+ komentar + 1 komentar

14 Desember 2012 14.00

Parah... itu MetroTV semua bang!!?? ahahahaha

Poskan Komentar

 
© 2012 Bahasa, Budaya, Penerjemahan - Ridwan Arifin

Template : Mas Template
Edited :
Toko Online Perlengkapan Haji dan Umrah
BERANDA | KEMBALI KE ATAS