10 Kesalahan yang Sering Terjadi dalam Berbahasa Indonesia (Bilingual Version)

Rabu, 14 November 2012 | komentar


10 Common Mistakes in Using Indonesian Language
Berikut kesalahan-kesalahan yang sering kita lakukan ketika berbahasa Indonesia baik lisan maupun tulisan:
The following are the most mistakes made in using the Indonesian Language both written and oral:

1. Merubah (To Change)
Seharusnya ditulis dan diucapkan ‘Mengubah’, karena asal katanya ‘Ubah’ bukan ‘Rubah’, ditambah imbuhan Me- dengan variasi bentuk morfem Meng-. 
You should spell and say 'Mengubah', it derives from the word 'Ubah' not 'Rubah' (an animal) added by prefix 'Me-' with the allomorph written as 'Meng-'.
  
2. Antri/ Atlit/ Apotik (Queue/ Athlete/ Drugstore)
Sering kita mengucapkan dan menulis kata yang salah. Seharusnya 'Antre' bukan 'Antri' (lihat tulisan di dalam Bus TransJakarta), Atlet bukan Atlit (karena ‘Atletik’ bukan ‘Atlitik’), dan Apotek bukan Apotik (karena Apoteker bukan Apotiker).
Indonesians often say and write the word. You should write 'Antre' not 'Antri' (see the announcement inside the TransJakarta Bus), 'Atlet' instead of 'Atlit' (because you write 'Atletik' not 'Atlitik'), and 'Apotek' not 'Apotik' (because you write 'Apoteker' not 'Apotiker')

3. Pebruari/ Nopember (February/ November)
Dalam surat-menyurat penggunaan kata Pebruari dan Nopember sering ditemukan dalam penlisan tanggal surat. Padahal, sesuai dengan KBBI IV tahun 2008 yang benar ialah Februari dan November.
In correspondences, Most Indonesians mispell the months 'Pebruari' and 'Nopember' especially when writing the letter date. In fact, based on KBBI IV 2008 (Monolingual Indonesian Dictionary), the correct spelling is 'Februari' and 'November'.

4. Karir (Career)
Karier bukan Karir. Ini kata serapan dari Bahasa Inggris ‘Career’. Nah, kata ‘Karir’ sering digunakan dalam kolom pencarian kerja dan tulisan di media cetak dan elektronik.
Write the word correctly 'Karier' instead of 'Karir'. This is adopted from English word 'Career). Thus, the word 'Karir' is mostly used in the job vacancy in the newspaper and mass media.  

5. Pemukiman (Housing/ Area)
Media cetak dan media elektronik sering menggunakan kata Pemukiman untuk suatu rumah/ daerah/ tempat. Padahal ‘Pemukiman’ asal katanya ‘Mukim’ berarti penduduk tetap, tempat tinggal, kawasan (KBBI IV tahun 2008). ‘Pemukiman’ adalah proses, cara, perbuatan memukimkan. Sementara ‘Permukiman’ ialah daerah tempat bermukim, perihal bermukim.
This always happens in the mass media as written 'Pemukiman' referring to houses where people live/ area/ place. In fact, 'Pemukiman' is from the word 'Mukim' meaning as permanent resident in one place/ area/ complex. 'Pemukian' is a process/ way/ action to make people live in houses in one area. Meanwhile, 'Permukiman' is its place/ area/ complex where people live. or the noun of 'Mukim' . 
  
6. Mencontek, Mensukseskan, Mempengaruhi, Mensiasati (Pelesapan).
Cheating, Succeed, Influence, Think of a Strategy (deletion)

Padahal yang benar adalah ‘Menyontek’ karena berasal kata ‘sontek’ sehingga -s pada kata itu menjadi meluluh. Seharusnya ‘Menyukseskan’, ‘Memengaruhi’, dan ‘Menyiasati’ karena peluluhan terjadi disebabkan kata kerja tersebut diawali huruf -s, dan -p (lengkapnya: K, T, S, P) seperti dalam kata ‘memaku’ bukan ‘mempaku’, ‘menaruh’ bukan ‘mentaruh’, ‘menyukai’ bukan ‘mensukai’, dan ‘mengoleksi’ bukan ‘mengkoleksi’.
The correct one is 'Menyontek' from the word 'Sontek' so the letter -s in that word is deleted. It should be written 'Menyukseskan', 'Memengaruhi' and 'Menyiasati' because the deletion is used when the initial letter in the word is started with [K], [T], [S], [P] such as the word 'paku' (nail) becomes 'memaku' (to nail with a hammer), 'taruh' (put) becomes 'menaruh' (to put), 'suka' (like) becomes 'menyukai' and 'koleksi' (collect) becomes 'mengoleksi' (to collect).

7. Kronologis (Chronology)
Kronologis merupakan kata sifat. Tetapi kalau ingin bercerita sesuatu tentang suatu rangkaian kejadian cukup dengan kata ‘kronologi’. Seperti dalam ‘Biology’ menjadi ‘Biologi’, ‘Strategy’ menjadi ‘Strategi’ dan mengalami perubahan pelafalan juga.
'Kronologis' (Chronological) is an adjective. If you want to tell about a set of event, please write with the word 'Kronologi' (Chronology) as a noun. For example the word 'Biology' translated into 'Biologi', 'Strategy' also translated into 'Strategi' and it undertakes changing in pronouncing the word.

8. Adalah Merupakan/ Agar Supaya (Pleonasme) 
defined written/ in order to for (Redundancy Case/ Pleonasm)

Kita tidak jarang menyebutkan suatu kata yang sama diulang-ulang seperti misalnya, adalah merupakan, agar supaya, prioritas utama, alternatif lain, warga masyarakat, bakal calon dsb.  
Indonesians always say and write one word repeatedly with the same meaning. For example like, main priority, another alternative, people society, future candidate etc. 

9. Umroh/ Jamaah (pilgrimage to Mecca almost like Hajj/ Group of prayers)
Walaupun secara pelafalan benar /umroh/ tapi penulisan yang benar seharusnya ‘Umrah’ bukan Umroh. Begitu juga dengan kata ‘Jamaah’ yang seharusnya ditulis ‘Jemaah’.
Although Indonesians pronounce correctly /umroh/ but they mispell the word. It should be written 'Umrah' not 'Umroh' like you say. In addition with the word 'Jamaah' should be written correctly 'Jemaah'.

10. Isteri Wife
Penulisan yang benar ialah ‘Istri’ bukan ‘Isteri’. Sama halnya dengan kata ‘Asli’ bukan ‘Aseli’
The correct spelling is 'Istri' not 'Isteri' similar with the word 'Asli' (Original) not 'Aseli'.

Semoga tulisan ini bermanfaat!!!
Salam! 

Share this article :

Poskan Komentar

 
© 2012 Bahasa, Budaya, Penerjemahan - Ridwan Arifin

Template : Mas Template
Edited :
Toko Online Perlengkapan Haji dan Umrah
BERANDA | KEMBALI KE ATAS