Bahasa Indonesia di Televisi Belum Konsisten

Selasa, 02 Oktober 2012 | komentar


Penggunaan Bahasa Indonesia di televisi terkadang baku dan kadang tidak baku. Bahkan, kata asing sering dicampur dalam kalimat Bahasa Indonesia. Saya mencatat beberapa kata yang belum konsisten dipakai media. Berikut kata-kata yang sering muncul baik dalam judul berita maupun teks berjalan:

1. Isteri atau Istri

Terdapat tulisan “Calon Isteri Saiful Jamil…” (Gospot-RCTI), tetapi tertulis juga “Istri Bupati….” (RCTI). Nah, padahal lema ‘Istri’ tercatat dalam KBBI IV tahun 2008.

2. Jemaah atau Jamaah

Bulan Oktober 2012 hingga November 2012 merupakan ‘musim haji Indonesia’. Penulisan kata ‘Jemaah’ belum konsisten. Kadang ditulis ‘Jemaah’, parahnya lagi ditulis ‘Jamaah’.

3. Calon Jamaah Haji atau Jamaah Calon Haji

Terdapat penggunaan tulisan yang berbeda-beda untuk frasa ini.

Apa bedanya Calon Jamaah Haji dan Jamaah Calon Haji? Berikut pemenggalannya:

a. [calon] [jemaah haji], kata ‘calon’ sebagai nomina utama (noun head),

b. [jemaah]  [calon haji], kata ‘jamaah’ sebagai nomina utama (noun head),


‘Jemaah’ ialah (1) kumpulan atau rombongan orang beribadah; (2) orang banyak; publik;

‘Jemaah haji’ ialah rombongan yg menunaikan ibadah haji (ke Mekah);

‘Jemaah umrah’ ialah rombongan yg menunaikan ibadah umrah (ke Mekah);

Sementara, ‘haji’ ialah sebutan untuk orang yg sudah melakukan ziarah ke Mekah untuk menunaikan rukun Islam yg kelima. (KBBI IV 2008)

Kesimpulannya, yang benar ialah ‘Calon Jemaah Haji’, karena frasa ini  mengacu pada kelompok/rombongan dan orang banyak untuk menunaikan ibadah haji. Untuk ‘Jemaah calon haji’, frasa ini berarti rombongan/kelompok dan orang banyak yang menjadi calon untuk mendapat sebutan Haji.
Mari kita bandingkan dengan kata ‘umrah’. Tidaklah lazim

disebut ‘Jemaah Calon Umrah’ melainkan ‘Calon Jemaah Umrah’.


4. Atlit atau Atlet

Belum konsisten juga dalam penggunaan kata ‘atlet’. Beberapa penulisan Bahasa Indonesia juga tersua di televisi ketika melaporkan tentang ajang Olimpiade, Sea Games Palembang dan PON Riau. Terkadang ditulis ‘Atlit’, kadang pula ‘atlet’.



5. Antri atau Antre

Begitu juga dengan kata ‘antre’ yang sering sekali ditulis ‘antri’. Entah mengapa para pekerja di televisi kurang konsisten dalam penggunaan Bahasa Indonesia. Hari Senin judul berita di layar kaca ditulis ‘antre’, namun Hari Selasa ‘running text’ (teks berjalan)  tertulis ‘antri’ atau ‘antrian’.


Berikut penggunaan bahasa asing yang sering sekali ditulis dan dirasa kurang konsisten dalam penggunaan Bahasa Indonesia:

1. Host



2. Venue



3. MC

4. Event

Semoga televisi dapat menghadirkan tidak hanya ‘tontonan’ tapi juga ‘tuntunan’.
Salam!

Semoga Bermanfaat!
Share this article :

Poskan Komentar

 
© 2012 Bahasa, Budaya, Penerjemahan - Ridwan Arifin

Template : Mas Template
Edited :
Toko Online Perlengkapan Haji dan Umrah
BERANDA | KEMBALI KE ATAS