Seperti apa terjemahan yang baik itu?

Kamis, 19 Juli 2012 | komentar


Penerjemahan yang baik itu terjemahan yang berterima artinya pesannya sesuai dengan bahasa sumbernya. Terjemahan itu bukan masalah pas atau tidak pas terdengar di telinga ataupun janggal atau tidak janggal dibaca, tapi bagaimana penerjemah menyampaikan pesan, konsep dan budaya dari bahasa sumber ke bahasa sasaran. Memang tidak semudah yang kita bayangkan. Akan tetapi, jika kita sudah terbiasa dan paham budaya serta konsep yang akan diterjemahkan maka dengan mudah tulisan hasil terjemahan mengalir begitu saja. 

Seorang penerjemah tidak akan terfokus pada satu sumber referensi seperti Kamus Ekabahasa atau Kamus Dwibahasa melainkan berbagai wawasan yang dimilikinya. Ini bertujuan untuk menghasilkan terjemahan yang baik dan teks tidak akan terasa hasil terjemahan jika dibaca oleh seseorang. 

Menurut J.C. Catford, terjemahan yang baik itu tidak terdengar seperti hasil penerjemahan tetapi pesannya benar dapat disampaikan atau dipertahankan walaupun terjadi perubahan struktur atau betuk (kata, frasa, klausa, kalimat, paragraf).

Seperti buku-buku bacaan mengenai manajemen atau ekonomi, novel terjemahan, teks dalam film dsb. haruslah komunikatif dan pembaca atau penonton tidak merasa bahwa itu semua hasil terjemahan. Biasanya, hasil terjemahan yang kurang baik akan terasa kaku dan tidak nyambung.

Share this article :

Poskan Komentar

 
© 2012 Bahasa, Budaya, Penerjemahan - Ridwan Arifin

Template : Mas Template
Edited :
Toko Online Perlengkapan Haji dan Umrah
BERANDA | KEMBALI KE ATAS