BERITA BANJIR DAN BAHASA

Rabu, 25 April 2012 | komentar


Berita Banjir di TV

Pemberitaan banjir dalam beberapa siaran berita di televisi seolah mengingatkan warga Jakarta untuk waspada dan berhati-hati. Pada 12 Februari 2010, debit air di bendungan Katulampa meningkat sehingga warga di Jakarta khususnya daerah yang sering terkena banjir mulai berbenah.
Baik TVone maupun Metro TV menginformasikan bahwa beberapa rumah di kawasan Kalibata, Rawajati, Bukit Duri, Kampung Melayu dikepung banjir. Bahkan di daerah hulu, yakni Bogor, sudah direndam banjir karena curah hujan di Bogor meningkat. Banjir di Jakarta disebabkan banjir kiriman dari Bogor. Tetapi, warga sekitar Kanal Banjir Timur (KBT), yang telah dicanangkan pemerintah, tidak terkena dampaknya. Kurang lebih seperti ini berita yang disampaikan oleh para pewarta kita.
Saya menyesalkan penggunaan bahasa Indonesia dalam pemberitaan tersebut. Mengapa harus menggunakan kata ‘direndam’ dan ‘dikepung’? Bukankah ‘dilanda’ atau ‘digenangi’ lebih tepat? Apa maksudnya ‘banjir kiriman’? Apakah ada pelaku yang ‘mengirim’ banjir? Sampai saat ini saya masih dibuat bingung dengan arti Banjir Kanal Timur (BKT) yang sudah lama dibangun Pemprov Jakarta. Jadi mana yang benar KBT atau BKT? Wallahu ‘alam.

14 Februari 2010

Share this article :

Poskan Komentar

 
© 2012 Bahasa, Budaya, Penerjemahan - Ridwan Arifin

Template : Mas Template
Edited :
Toko Online Perlengkapan Haji dan Umrah
BERANDA | KEMBALI KE ATAS