Pemerintah dan Kesalahan Bahasa Indonesia

Rabu, 25 April 2012 | komentar



Berselang dua minggu dari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2009, pengguna bahasa Indonesia masih belum memerhatikan kaidah sesuai dengan EYD terutama pemerintah dan media elektronik. Bahkan cenderung menggunakan bahasa asing.
Saya cukup menyesalkan beberapa media elektronik yang menyebut dunia entertain berulang-ulang dalam acara infotainmen terutama di Trans TV, ketimbang dunia hiburan yang aslinya dunia entertainment. Selain itu penulisan gelar untuk dokter medis pada peliputan haji di TV One ditulis ‘Dr.’ terkadang ‘DR.’ Padahal ini gelar doktoral jenjang S-3 dan ‘DR.’ diperuntukkan honoris causa bukannya menuliskan ‘dr.’ untuk bidang medis. Di Trans 7, acara Mister Tukul episode Bali, terdapat tulisan Holand yang salah ejaan melainkan Holland dan masih banyak lagi tulisan yang salah dalam acara ini.
Setali tiga uang, ketua Komisi III DPR mengatakan fact finding ditujukan untuk TIM 8 sebagai pencari fakta yang bahasa Inggrisnya fact finder. Parahnya lagi, tanggal 15 November 2009, di kawasan Kota Tua  berlaku Car Free Day di mana sepeda motor, bajaj, bemo, bis, truk dan jenis lainnya bisa melewati kawasan ini karena hari bebas mobil. Bahkan mobil pribadi pun dapat bebas melewati kawasan Kota Tua, karena hari bebas kendaraan bukannya hari bebas dari kendaraan. Semoga semua pihak dapat lebih mencintai (lagi) bahasa Indonesia. Amiiin!


28 November 2009

Share this article :

Poskan Komentar

 
© 2012 Bahasa, Budaya, Penerjemahan - Ridwan Arifin

Template : Mas Template
Edited :
Toko Online Perlengkapan Haji dan Umrah
BERANDA | KEMBALI KE ATAS