Inilah Kerancuan Pengguna Bahasa Indonesia!

Selasa, 04 September 2012 | komentar


1. Klinik Gigi bukan Poli Gigi

Setiap kali kita pergi ke poliklinik dapat dipastikan menemukan tulisan poli gigi, poli anak, poli jantung dan kawannya. Pengguna Bahasa Indonesia di dunia medis ini sangat rancu dalam menggunakan istilah ‘poli’. Poli yang merupakan prefiks, berasal dari Bahasa Inggris  poly- berarti banyak. Untuk seseorang memiliki banyak istri dinamakan poligami, untuk suatu kata yang memiliki banyak arti/makna disebut polisemi. Nah, apakah ‘Poli Gigi’ bisa diartikan banyak gigi?

2. Sidang Isbat atau Sidang Penentuan 1 Syawal

Di Bulan Ramadan, umat Islam diwajibkan berpuasa dan tiap tanggal 1 Syawal kita mengakhiri puasa kita dan melaksanakan Salat Idul Fitri. Tidak jarang kita menemukan tulisan “…Sidang Isbat Penentuan 1 Syawal…” Menurut KBBI IV tahun 2008, kata ‘isbat’ berarti ‘penentuan/ penetapan’. Jadi, kita cukup bilang “Sidang Isbat 1 Syawal…” tanpa mengulang kata yang sama. Gejala pengulangan kata mubazir ini disebut Pleonasme.


3. Kronologis atau Kronologi

Coba kita ketik di mesin pencari bernama Google tulisan ‘kronologis’, pasti banyak judul-judul artikel tentang kejadian atau peristiwa yang dilaporkan dalam berita. Namun penggunaan kata ‘kronologis’ kurang tepat contoh berikut:

“Berikut kronologis meninggalnya Wamen ESDM…” (Okezone)

“Kronologis Pencatatan Saham” (bni.co.id)

“Inilah Kronologis Lengkap Pemicu Tragedi Rohingya” (luar-negeri.kompasiana.com)

“Kronologis Penembakan di Bioskop Aurora Colorado” (metrotv)

Nah, dalam KBBI edisi keempat tahun 2008, kronologi merupakan kata benda yang berarti urutan waktu dari suatu kejadian atau peristiwa. Sementara, kata kronologis adalah kata sifat.

4. Imbau bukan Himbau

Coba kita klik tautan berikut! http://pa3rt02.wordpress.com/2009/06/14/himbauan-lurah-mangsang/
Masalah penggunaan kata ‘Himbau’ lebih populer ketimbang kata ‘Imbau’. Ini sering terjadi di dunia pemerintah dalam membuat surat edaran berupa ajakan. Padahal, sesuai dengan KBBI IV 2008, seharusnya menggunakan Imbau bukan Himbau.


5. Kasa, Kassa, Kasir

Pastinya kita pernah mengunjungi pasar swalayan atau toko serba ada (toserba) seperti Matahari Department Store. Ketika kita ingin melakukan pembayaran, terpampang besar tulisan ‘Kassa’. Padahal, yang benar menurut KBBI IV tahun 2008 ialah ‘Kasa’ dengan satu huruf ‘s’ atau bisa dengan tulisan ‘kasir’.

6. Inval Bukan Infal

INVAL berarti PRT (Pembantu Rumah Tangga) Pengganti/ Sementara/Pekerja Cadangan. Asal kata ini adalah “invaller” dari Bahasa Belanda. Menurut Kamus Bahasa Belanda-Inggris, kata invaller (de) berarti  substitute, replacement, person or thing that takes the place of another atau pengganti/ orang pengganti. Saya menyarankan Pusat Bahasa yang menyusun KBBI untuk memasukkan lema Inval ke dalam KBBI edisi kelima tahun 2013.



Share this article :

Poskan Komentar

 
© 2012 Bahasa, Budaya, Penerjemahan - Ridwan Arifin

Template : Mas Template
Edited :
Toko Online Perlengkapan Haji dan Umrah
BERANDA | KEMBALI KE ATAS