Tokoh Pewayangan Bagian Pertama

Selasa, 03 Juli 2012 | komentar (1)

Raden Sadewa 
Tokoh Saudara kembar dari Prabu Pandu bersama Dewi Madrim dalam Pandwa Lima. Mempunyai sifat pemuda yang penuh emosi. They are twins of Prabu Pandu and Madrim, the other two brothers of the Pandawa Lima. They are very emotional youths. They are symbols of twins who live in harmony and are full of energy. 



Kamajaya 
 Dalam cerita pewayangan, Kamajaya adalah Dewa yang sangat tampan. Dia suami Kamaratih (bidadari yang sangat cantik). Kamajaya dewa sakti dan jujur. Kamajaya sebagai lambing orang yang tampan. In classical story, Kamajaya was a handsome god. He was a husband of Kamaratih, the goddess of beauty. Kamajaya was honest and brave with power. He is a symbol of a handsome man.





Batara Wisnu  
 adalah dewa putra Sang Hyang Manikmoyo. Ia bertempat tinggal di Khayangan Utoro Segoro. Istrinya adalah Bethari Pertiwi, yang konon ceritanya punya anak Raden Sutejo. Bathara Wisnu mempunayi sejaata pusaka yang sangat ampuh yakni panah Cokro dan kembang Cangkok Wijoyo Kusumo yang akhirnya menitis pada Raja Dewarowati Prabu Kresna beserta pusakanya. Sebagai lambing pemelihara ketenteraman di muka bumi dan memerangi angkara murka. Bathara Wisnu was the son of Sang Hyang Manikomo. He lived in Khayangan Utoro Segoro. His wife was Bethari Pertiwi. It was said that they had a son namely Raden Sutejo. Bathara Wisnu had a magical weapon called the arrow of Cokro and Kemabng Cangkok Wijoyo Kusumo which finally descended to the King of Dewarowati, Prabu Kresna. Bathara Wisnu is a symbol of the preserver of peace in the earth and the savagery fighter.


Dewi Ratih 
adalah Putri Sang Hyang Soma. Dia diperistri Batara Kamajaya, pasangan suami istri ini terkenal sangat rukun kemanapun pergi selalu berdua, sehingga mereka juga disebut Dewa Kerukunan sebagai lambang cinta kasih suami istri. She was the daughter of Putri Sang Hyang Soma. Her husband was Batara Kamajaya. This spouse couple was very popular with its harmonious family. Thus, they were also called the god of harmony as the symbol of affectionate husband and wife.

Share this article :

+ komentar + 1 komentar

22 Maret 2013 pukul 20.08

Kamajaya senagaii "lambing", apakah maksud penulis sebagai "lambang"?

Posting Komentar

 
© 2012 Bahasa, Budaya, Penerjemahan - Ridwan Arifin

Template : Mas Template
Edited :
Toko Online Perlengkapan Haji dan Umrah
BERANDA | KEMBALI KE ATAS