Penerjemahan dan Budaya

Selasa, 31 Juli 2012 | komentar


Penerjemahan dan Budaya

Istilah 'Budaya' disini membahas tiga kategori yang menonjol dari kegiatan manusia: 'secara pribadi,' dimana kita sebagai individu berpikir dan berfungsi sedemikian rupa, dan yang 'secara kolektif,' dimana kita berfungsi dalam konteks sosial; serta 'secara ekspresif,' dimana masyarakat mengungkapkannya sendiri. Dan bahasa hanyalah sebuah institusi sosial tanpa perlu adanya lembaga sosial lainnya tetap dapat berfungsi; karena itu menjadi dasar tiga pilar terbentuknya budaya.

Terjemahan, melibatkan transposisi dari pikiran yang dikemukakan dalam satu bahasa oleh satu kelompok sosial ke dalam ekspresi yang tepat dari kelompok lain, dan memerlukan suatu proses de-coding, coding dan re-en-coding budaya. Sebagai sebuah budaya yang semakin jauh dibawa ke dalam kontak yang lebih besar dengan satu sama lain, pertimbangan multikultural dibawa untuk menanggung ke tingkat yang terus meningkat. Sekarang, bagaimana semua perubahan ini mempengaruhi kita ketika kita mencoba memahami teks sebelum akhirnya menerjemahkannya?

Jasa Penerjemah Kami tidak hanya berurusan dengan kata-kata tertulis dalam waktu tertentu, ruang dan situasi sosial politik, yang paling penting itu adalah aspek "budaya" dari teks yang kita harus mempertimbangkan. Proses transfer, yaitu, kembali coding lintas budaya, sehingga harus mengalokasikan atribut terkait ke budaya target untuk memastikan kredibilitas di mata pembaca sasaran.

Multikulturalisme, yang merupakan fenomena masa kini yang memainkan peran penting di sini, karena telah berdampak pada hampir semua orang seluruh dunia dan juga pada hubungan internasional muncul dari tatanan dunia baru saat ini. Selain itu, karena teknologi berkembang dan tumbuh dengan kecepatan yang begitu pesatnya, sebagai akibatnya, dimulailah proses penggabungan. Merupakan sesuatu yag sulit untuk memprediksi. Jasa Penerjemah Kami berada di ambang sebuah paradigma internasional yang baru.

Sebagai penerjemah kita dihadapkan dengan budaya asing yang mensyaratkan bahwa pesannya tersebut harus disampaikan bagaimana pun juga kecuali dengan cara yang asing. Bahwa budaya mengungkapkan keanehan dalam hal 'budaya yang terikat': seperti istilah budaya, peribahasa dan tentu saja ekspresi idiomatic, dan penggunaan secara intrinsik dan unik yang terikat pada budaya yang bersangkutan. Jadi kita dipanggil untuk melakukan penerjemahan lintas-budaya yang keberhasilannya akan tergantung pada pemahaman kita tentang budaya tersebut.

Apakah tugas kita untuk fokus terutama pada budaya sumber atau budaya sasaran? Jawabannya tidak jelas. Namun demikian, kriteria yang dominan adalah fungsi komunikatif dari teks sasaran.

Mari kita korespondensikan sebuah bisnis sebagai contoh: di sini kita mengikuti protokol korespondensi komersial yang biasa terlihat dalam bahasa target. Jadi "Estimado" akan menjadi "Dear" dalam bahasa Inggris dan "Monsieur" dalam bahasa Prancis, dan "saludo sebuah Ud. Atentamente" akan menjadi "Sincerely yours" dalam bahasa Inggris.

Akhirnya, perhatian tertarik pada fakta bahwa di antara berbagai pendekatan penerjemahan, 'Pendekatan Terpadu' tampaknya yang paling sesuai. Pendekatan ini mengikuti paradigma global yang memiliki visi global dari teks di tangan yang memiliki kepentingan primer. Pendekatan seperti fokus dari makro ke tingkat mikro sesuai dengan prinsip Gestalt-, yang menyatakan bahwa analisis bagian tidak dapat memberikan pemahaman tentang keseluruhan, dengan demikian studi terjemahan pada dasarnya prihatin dengan jaringan hubungan, pentingnya individu barang yang ditentukan oleh relevansinya dalam konteks yang lebih besar seperti teks, situasi dan budaya.

Sebagai kesimpulan, dapat menunjukkan bahwa transcoding harus difokuskan tidak hanya pada transfer bahasa tetapi juga yang paling penting adalah pada transposisi budaya. Sebagai konsekuensi yang tak terelakkan dari pernyataan sebelumnya, penerjemah harus benar-benar berkemampuan baik dalam hal bilingual dan Dwibudaya bahkan jika perlu dalam hal multikultural.


Penerjemah LPBT Jakarta http://penerjemahan.blogspot.com/2012/04/penerjemahan-dan-budaya.html#ixzz22FC6LrVk
Share this article :

Poskan Komentar

 
© 2012 Bahasa, Budaya, Penerjemahan - Ridwan Arifin

Template : Mas Template
Edited :
Toko Online Perlengkapan Haji dan Umrah
BERANDA | KEMBALI KE ATAS