Nopember atau November

Rabu, 25 April 2012 | komentar (2)


Mana yang baku, Nopember atau November?

Saya malu dengan penggunaan bahasa Indonesia yang dipakai oleh penutur asli Indonesia khususnya pemerintah, media cetak dan elektronik serta masyarakat luas. Sepertinya mereka masih harus belajar (lagi) bahasa Indonesia agar tidak salah tulis dan bingung berbicara bahasanya sendiri.
Masih terjadi kebingungan dengan kata baku antara bulan Nopember dan November. Penulisan Nopember terjadi dalam surat resmi di kantor pemerintahan dan pusat kesehatan masyarakat (PUSKESMAS). Jika membuka KBBI edisi keempat, anda akan bersua dengan lema November sebagai bentuk baku.
Masih ada pewarta yang menuliskan dan mengucapkan mensukseskan, mensosialisasikan, menyontek, memperhatikan dsb. Dalam EYD dan kaidah bahasa Indonesia, setiap kata diawali huruf S, T, K dan P seperti sapu, tukar, koreksi dan paku mendapat prefiks me- akan bernasalisasi/ sengau (m, ny, atau ng) menjadi menyapu, menukar, mengoreksi dan memaku. Kecuali kata serapan asing seperti syah, tranformasi, kredit, prediksi menjadi mensyahkan, mentranformasi, mengkredit, memprediksi. Jadi kita tidak akan lagi salah mengucap dan menulis melainkan menyukseskan, menyosialisasikan, mencontek dan memerhatikan.  
Rakyat harus menyukseskan PEMILU. PEMILU memang sudah lewat, tapi PILKADA akan menjadi menu rutin di daerah di Indonesia dengan cara memberikan tanda contreng untuk pilihan kita. Contreng atau centang? Dalam KBBI, yang diterima sebagai kata baku adalah centang atau conteng. Lalu mengapa muncul kata contreng untuk sosialisasi melalui iklan PEMILU?

30 November 2009

Share this article :

+ komentar + 2 komentar

2 Mei 2012 00.45

Akhirnya ketemu jawabannya :)
Ternyata November ya?! Hahahahhaha

4 Mei 2012 15.36

thanks bro..wkwkkw

Poskan Komentar

 
© 2012 Bahasa, Budaya, Penerjemahan - Ridwan Arifin

Template : Mas Template
Edited :
Toko Online Perlengkapan Haji dan Umrah
BERANDA | KEMBALI KE ATAS