Tokoh Pewayangan Bagian Kedua

Senin, 30 Juli 2012 | komentar


Bima
Ia disebut juga Raden Bratasena atau Werkudara. Salah seorang dari keluarga Pandawa Lima yang bertahan di Negara Jodipati, ia memiliki sifat kasar dan manakutkan musuhnya. Dalam pertemuan-pertemuan keluarga selalu memberi semangat untuk berjuang membela kebenaran. Bima mempunyai senjata “Kuku Pancanaka”, kuku ibu jari yang sangat ampuh dan ditakuti musuh. Bima sebagai lambang keberanian dan kedigdayaan.
He was also called Raden Bratasena or Werkudara. He was one of Pandawa Lima members living in Negara Jodipati. He was rude and brave to his enemies. In a family gathering, he always encouraged everyone to struggle against violence to enforce the truth. Bima has a weapon namely "Kuku Pancanaka", a very devine thumb nail and respected by every enemy. Bima is a symbol of valor and superpower.   







Prabu Kresna
Semasa muda ia bernama Narayana. Kresna menjadi raja di Dwarawati dan menjadi pelindung/ penasihat keluarga Pandawa. Ia mempunyai senjata ampuh “Cakra” berupa panah sakti dan kembang cangkok Wijayakusuma yang berkhasiat. Ia sebagai lambang seorang raja yang arif dan bijaksana, penasihat perang dan pengamat politik Negara.
When he was young, his name was Narayana. Kresna was a king in Dwarawati and as the advisor of family of Pandawa. He had a consecrated weapon called “Cakra”, a sacred arrow and Kresna had another divine heirloom called Kembang (flower) Wijaya Kusuma. He is a symbol of a wise and sensible king, the war consultant and politics consular of a state.





Sri Rama
Ia adalah suami dari Dewi Shinta. Diceritakan istrinya diculik oleh Rahwana seorang Raja Raksasa dari Negara Alengka. Dengan bantuan Hanoman, kera putih, ia berusaha membebaskan istrinya. Tetapi setelah istrinya bebas, ia menjadi sangsi apakah pujaan hatinya itu masi suci dari cengkraman Rahwana? Untuk membuktikan itu, ia meluluskan permohonan istrinya untuk membakar dirinya. Ternyata api tidak dapat menghanguskannya dan membuktikan bahwa istrinya masih suci. Rama dilambangkan dengan symbol cinta: Cinta suami yang melindungi istrinya.
He was Shinta’s husband. His wife was kidnapped by Rahwana, a king of demons in Negara Alengka. By the help of Hanuman, a white monkey, he tried to release his wife. After the release of his wife, however, he was doubtful whether his beloved was still a virgin? To prove it, he granted her request to burn Shinta. In fact, the flame could not burn her at all and this proved that she was still a virgin. Rama is a symbol of love: a husband’s love to take care sincerely his wife.

Dewi Shinta
Dalam cerita klasik Ramayana, Shinta adalah istri dari Sri Rama, ia telah diculik dan disekap oleh Rahwana. Ia dapat dibebaskan dengan susah payah oleh suaminya dibantu oleh Hanoman seekor kera putih dan iparnya Lesmana. Untuk membuktikan dirinya masih suci kepada suaminya, ia bersedia untuk dibakar hidup-hidup oleh suaminya. Karena dirinya masih suci, api tak sanggup menghanguskannya. Ia sebagai lambang istri yang dapat mempertahankan martabat dan kehormatan.
In the Ramayana classical story, Shinta was Sri Rama’s wife. She was kidnapped and locked up by Rahwana. She was released by her husband and helped by Hanuman, the white monkey and the brother-in-law of Lesmana. To prove that she was still a virgin, she was burned by her husband, but the flame didn’t burn her, proving her holy innocence. She was a symbol of respecting dignity and honour.  
Share this article :

Poskan Komentar

 
© 2012 Bahasa, Budaya, Penerjemahan - Ridwan Arifin

Template : Mas Template
Edited :
Toko Online Perlengkapan Haji dan Umrah
BERANDA | KEMBALI KE ATAS